Full width home advertisement

Just Writing

Fotografi

Post Page Advertisement [Top]

Udara panas akhir-akhir ini bisa jadi pemicu pecahnya gelombang kasus korupsi di tubuh PLN. Pantas saja, pemadaman listrik yang terjadi dibeberapa daerah di Kalimantan dan Sumatra ternyata imbas dari tata kelola batu bara yang mengalami permasalahan. Pasokan batu bara yang tidak tercukupi pada sejumlah titik pembangkit listrik bisa saja menjadi penyebab permasalahan ini. Apalagi jika kita kaitkan dengan pergerakan Kortastipidkor Polri dan Polda Metrojaya yang menggeledah beberapa titik di Jakarta dan menemukan uang tunai ratusan miliar dalam bentuk rupiah dan dolar, emas batangan, dan HP yang menjadi barang bukti dalam proses penyidikan.

Polda Metrojaya Polda Metro Jaya menyebut penyidikan ini berkaitan dengan sejumlah perkara besar, termasuk dugaan korupsi di PT PLN (Persero), PT Asabri (Persero), PT Krakatau Steel, serta penyelesaian utang PT CBS kepada PT KNI.

Dalam proses penyidikan dan penggeledahan ini muncul nama Febry Ardiansyah selaku JAMPIDSUS yang diduga sebagai pemilik sebuah Kafe de’Clan Signature, Jakarta Selatan, yang dilakukan penggeladahan pada Rabu (08/07/2026). Kepala Kortastipidkor Polri Irjen Polisi, Totok Suharyanto mengungkapkan uang yang diamankan terdiri dari 3,13 juta dolar Singapura, 889.965 dolar Amerika Serikat, serta uang tunai Rp259,1 juta. Setelah dikonversi ke rupiah nilainya mencapai hampir Rp60 miliar.

Pantas saja JAMPIDSUS langsung melakukan pergerakan dengan melakukan pengamanan pada kediamannya yang kini dijaga oleh personil TNI. Kalau para penegak hukum saling tangkap begini dan melakukan pergerakan pengusutan kasus kasus besar kita sebagai sipil berharap bukan hanya ikan kecil yang tertangkap tapi benar-benar ikan besar.

link terkait :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berikan Komentar Anda

Bottom Ad [Post Page]